Review TWS: Jete Openearpro

Saya memang lagi nyari TWS yang nyaman dan aman buat gowes karena Xiaomi True Wireless Earphone 2 yang dibeli beberapa bulan lalu terlalu kecil untuk di telinga. Setelah beberapa pertimbangan, antara beli IEM, atau earbuds yang ada fitur transparencynya, atau beli bone conduction ala-ala (open air?), antara yang terbaik termahal atau secukupnya murah, akhirnya ssya putuskan untuk mengakuisisi barang ini: Jete Openearpro. Bikinan Surabaya keknya.

Isi packaging

So, barang kemarin sampai di rumah, datang dalam keadaan fully charge, setelah coba sana sini malamnya saya charge lagi semalaman dan pagi ini menemani saya gowes 101km di Alsut selama 3 jam. Baterai bisa bertahan sampai saya selesai gowes, walau low battery warning sudah terdengar saat menit ke 150, padahal di hape masih tercatat 40%.

Volume saya pasang di max karena relatif kecil, bahkan untuk digunakan tanpa gowes pun, saya baru nyaman di volume max minus satu. Well, saat gowes, audio harus bersaing dengan gemuruh angin, jadi ya, set to max.

Soal keamanan, karena ini tipe bone conduction, jadi lubang telinga terbuka lebar, suara sekitar terdengar jelas, pun ketika pelotonan dengan Capedalist di belakang saya mengingatkan, “om jangan kriwil ya” terdengar jelas, saya yakin dia tidak berteriak… Hehehe…

Nyaman, jelas. Yakin ga akan jatuh karena posisinya nyantol di telinga. Lubang telinga pun ga ketutup kek pake earbud atau earphone. Dan cantolan di telinga somehow sangat nyaman, padahal ada tali masker dan gagang kacamata. Bone conductionnya sangat nyaman nempel di depan telinga. Kalau volume max sedikit terasa geli karena getarannya (mungkin saya belum terbiasa).

Terakhir, built quality, superb! Sesuai lah dengan harganya. Gitu dulu deh reviewnya, semoga bermanfaat.

April 2nd, 2021 by