www.priasejati.or.id www.narkoba-metro.org

May 21, 2012

Headlamp Upgrade: HID Retrofit Part 2

Ga puas saya dengan hasil kerja installernya. Banyak debu dan cutoff miring! Hoho... ternyata salah satu teman saya yang retrofit dengan installer yang sama malah lebih parah: banyak debu, miring, dan ada sidik jari pada lensanya! Wakakakaka... punya saya ternyata masih lebih bersih. Penempatan ballast dan wiring yang "sekenanya" itu sudah saya bereskan beberapa minggu lalu. Sekarang setelah dapat hot gun (beli di perkakasku.com kok ya pas diskon 250rb jadi 200rb) saya memberanikan diri membuka sealant mika headlampnya.

Sebelum itu, demi mendapatkan hasil yang measurable, saya benar-benar mengukurnya dengan se-presisi mungkin. Mobil diatur posisi horisontalnya dengan bantuan dongkrak dan water pas dari selang air (ingat hukum bernoulli?), lalu diatur parkirnya tegak lurus dengan tembok yang saya jadikan ukuran dengan bantuan garis-garis lantai. Headlamp dinyalakan dan saya mula menandai titik-titik awal cutoff untuk masing-masing headlamp. Setelah itu saya mulai "menggambar" di tembok posisi-posisi yang saya inginkan: jarak antar titik cahaya sama dengan jarak headlamp, dan sejajar satu dengan lainnya. Setelah semuanya tergambar dengan rapi di tembok, barulah saya lepas kedua headlamp.

Dengan rujukan teman-teman dari trit retrofit di Kaskus, akhirnya bisa juga headlamp itu terbuka. Hanya dengan memanasinya melingkar beberapa kali sampai reflektornya benar-benar panas, lalu tinggal tarik saja dari ujung paling runcing (dekat sign lamp). Setelah ujung terangkat, selebihnya mudah, hot gun tinggal diarahkan pada bagian yang belum terbuka & beberapa detik saja sudah lepas dengan sendirinya. Sebenarnya tak perlu congkel-congkel seperti yang dilakukan installer saya itu. Huh! Tahu mudah seperti ini mungkin saya akan melakukannya sendiri. Hm... my next car... hopefully... :D


Setelah semuanya terbuka, saya bongkar juga projectornya dan membersihkannya, hanya dengan MF saja tanpa obat apapun dengan asumsi barangnya masih bersih. Cukup lah, tanpa dilap pun, ditiup dengan lens blower yang saya biasa pakai untuk lensa kamera juga sudah bersih. Setelah semuanya dikembalikan, saya mulai atur lagi cutoff projectornya sesuai dengan gambar di tembok. Adjust rotasi perlu dilakukan dengan memutar projector, sedangkan gerakan atas bawah kiri kanan saya mengaturnya dari baut-baut bawaan headlamp dengan kunci nomor 10. Puas? Banget!!! Ini yang saya dapat:

Setelah cutoff rapi, saya bersihkan lagi reflektor, shroud, lensa, dan mika. Lap dengan MF, dan tiup dengan lens blower. Habis itu saya mulai panaskan lagi sealant pada reflektor dengan menggunakan hot gun sampai mencair (tes dengan menempelkan obeng pada sealant). Saya juga memanaskan sealant yang menempel pada mika, karena hanya sedikit saya panaskan sebentar saja. Setelah itu cepat-cepat saya tutupkan mika pada reflektornya. Panas! Perlu sarung tangan! Setelah sekrup-sekrup pengencang dikembalikan, saya muai seal melingkar seluruh sambungan antara reflektor dan mika. Karena installer awal membukanya dengan congkel-congkel, saya takut ada air merembes dari situ. Fully sealed? Sebagai jaminan, saya tembak lagi dengan panas hot gun agar sealant benar-benar masuk ke celah-celah yang masih belum tertutup.

Balikkan lagi ke mobil, test dan selesai.

May 19, 2012

DIY: Memasang emblem merah Honda Jazz

Meneruskan tulisan saya sebelum ini tentang melepas emblem Honda, sekarang saya akan share cara saya pasang red emblemnya.

Kalau dari sejarahnya, red emblem honda yang adigunakan pada kendaraan-kendaraan yang beredar di Jepang saja. Hal ini membuat emblem keluaran negeri sakura itu, baik asli maupun replikanya, tak ada yang bisa pas terpasang pada mobil Honda keluaran HPM. Selain posisi kaki klip, lengkungan emblemnya pun tak sama. Perlu modifikasi yang cukup banyak, terutama untuk emblem bagian belakang. Setelah dipertimbangkan, saya akan mempertahankan kaki klip asli dengan konsekuensi harus membuat lubang baru pada grill (dan license plate cover/ trunk lid).

Saya memulainya dengan membuat cetakan dari kertas sesuai dengan posisi kaki dan ukuran emblem, agar dapat pas membuat lubang pada grill.

Setelah itu, dengan menggunakan cetakan yang sudah disiapkan, lubangi gril dengan menggunakan bor. Euh... pakai obeng sebenarnya juga bisa karena bahan grill ini lunak sekali.

Karena lekukan pada grill lebih kecil daripada emblem, maka saya ganjal dengan double tape 3M. Saya hany apunya ukuran 1,1mm sehingga harus ditumpuk 4 lapis. Demi alasan kebersihan, double tape bawaan emblem saya lepas seluruhnya. Setelah emblem terpasang rapi, pada bagian belakang dipasang kembali clipnya. Karena tertarik dengan cukup kencang oleh clip, maka sedikit lengkung pada emblem jadi pas dengan grillnya.

Tada...!!!

Untuk emblem belakang saya melakukan hal yang sama seperti emblem depan. Hanya saja lubang pada bagian trunk lid akan terlihat seandainya saya memutuskan untuk menggunakan emblem asilnya. Yah... resiko.

Kalau dilihat, celah yang terbentuk karena lengkungan trunk lid sangat besar. Pada awalnya saya akan mengisinya dengan sealant, cuman sudah muter-muter kok ya nggak dapet yang hitam. Akhirnya diputuskan pakai double tape saja yang ditumpuk mengikuti lekuk trunk lid, kemudian bagian sampingnya diwarnai dengan spidol (semoga nggak luntur).

Hasilnya,

Menurut saya masih kurang rapi. Entah mau ditambal pakai apa celah itu. Paling tidak, emblemnya sudah tak akan kemana-mana lagi... :D

May 18, 2012

DIY: Membuka emblem "H" tanpa merusak kaki

Sudah umum bagi Honda users mengganti emblem H dengan yang berwarna merah. Cuman keluhannya sama saat mereka mendapati emblem aslinya "terpaksa" patah kaki pengaitnya. Ha ini disebabkan karena installernya menarik paksa dari arah luar padahal kaki emblem dikunci dengan klip ring yang super kuat sementara kaki emblem hanya berdiameter tak lebih dari 3mm.

Well, hari ini saya mencoba untuk membukanya dengan cara yang lebih sopan: dari dalam. Prosesnya tentu memakan waktu lebih lama. Untuk emblem depan:

  • Lepas bagian atas bumper
  • Lepas air intake hose
  • Lepas grill
  • Lepas emblem
Untuk emblem belakang:
  • Lepas lengan wiper belakang
  • Lepas tailgate trim (doortrim bagian belakang)
  • Lepas license plate cover

Untuk melepas klip ringnya saya menggunakan obeng kecil dan tweezer. Entah, mungkin ada cara yang lebih baik. Yang jelas, saya sukses pada emblem depan, sedangkan pada emblem belakang kedua kaki tetap saja patah walau hanya di ujung kakinya saja (masih bisa dipasang kembali).


Obeng & tweezer.


Emblem depan.


Emblem belakang. Patahannya sekitar 3mm & 2mm.

Kesimpulan? Kalau mau cepet ya patahin aja dengan cara menariknya dari luar. Nggak ribet kali ya. Cuman kalau saya pribadi sih lebih suka repot dikit, menikmati hidup... hahahaha...

May 5, 2012

DIY: Ganti Shock Honda Beat - YSS Hybrid

Sudah setahun lebih, hampir 12 ribu kilometer. Entah memang dari dulu begini atau shocknya yang sudah rada-rada. Kalau posisi tanpa beban, tinggi sekitar 62,5 cm dari lantai. Kalau kami berdua naik, langsung drop ke 57,3 cm alias turun 5 cm. Wajar ga sih? Kami berdua total 140 kilo... hehehe...

Ini kondisi tanpa beban. Saat kami berdua naik, susah ambil fotonya... :D


Ini setelah shock diganti. Tinggi jadi 63,5 cm (spring adjuster pada posisi paling rendah). Cuman kalau kami naiki, hanya turun 2 cm! Kami lalu pakai sebentar putar-putar kompleks, coba "menghajar" beberapa polisi tidur, kayaknya lebih enak. Rebound ga jauh-jauh amat seperti shock OEM.

Unboxing YSS Hybrid

Continue reading "DIY: Ganti Shock Honda Beat - YSS Hybrid" »

April 10, 2012

DIY: Power Inverter @ Honda New Jazz/ Fit 2011

Mau pasang seperti ini?

Ikuti DIY saya ini. Cuman ya benar-benar seharian. Saya mulai dari sekitar jam 9 pagi, kelar jam setengah lima sore.

Bahan:

  • Power Inverter 300Watt (peak 600Watt) merek TBE. Inputnya bukan cigarette lighter tapi capit buaya. Outputnya berupa stop kontak kecil kaki tiga standar Amerika, plus USB. Saya beli 220 ribu.
  • Kabel Eterna tebal, 9 ribu semeter (saya beli 5 meter).
  • kabel listrik rumahan, ambil dari gudang.
  • Ring terminal.
  • Sekering (saya tambahkan walau sudah ada sekering bawaan inverter di dalamnya) dan rumahnya.
  • Terminal listrik.
  • Kawat aluminium
Peralatan:
  • Obeng
  • Solder
  • Tang
  • Cutter
Langkah-langkahnya:

Continue reading "DIY: Power Inverter @ Honda New Jazz/ Fit 2011" »

April 9, 2012

Headlamp Upgrade: HID Retrofit

Sebenarnya bukan sepenuhnya DIY soalnya yang mengerjakan retrofitnya orang lain. Saya hanya mengerjakan apa yang menjadi bidang saya: electricity. Saya mulai dulu dengan hasilnya yah, dibandingkan bersisian dengan foto saat menggunakan lampu bawaan. Kiri HID, kanan OEM (klik gambarnya agar lebih jelas):



Beam patternnya seperti ini:

Retrofit headlampnya jadi seperti ini:

Saya pilih HID kit bikinan negeri tirai bambu yang harganya miring, plus banyak dipakai oleh HID installer di Jakarta. Spesifikasinya bisa dilihat di setiap gambar di atas. Puas? Jelas! Cuman masih ada pe-er untuk penempatan ballast dan kabel-kabelnya yang masih harus disesuaikan.

Continue reading "Headlamp Upgrade: HID Retrofit" »

March 31, 2012

DIY: Orange Fog Lamp


Release the screw.


Pull it to the right.


Release the 3 screws.


Release the socket, wash the lamp with soap, dry it well.


Yellow or orange? I choose the second to match the turn lamp.


Make a surface template, ribbon it into the back of the sticker, cut, and put it on the lamp. I use hair drier to heat the sticker. Cut the excessive edges using cutter. Don't worry, the GE8 fog lamp is made of glass (not plastic like its headlamp).


The difference. Nice eh?


Put it back.


The spot... it's really yellowish...

November 8, 2011

My Poor K&N...

Dirty:

Cleaned & Dried:

Oiled:

September 11, 2011

DIY: Pasang Relay & Stabilizer untuk Headlamp Honda New Jazz

Well, saya kena "racun" dari trit otomotif. Ditebus dengan harga 100 ribu di Tanto Motor dengan harapan cahaya lampu bisa lebih solid. Pasangnya pun ga susah kok, ini yang saya lakukan.


MX-11 yang saya beli terdiri dari tiga komponen: kabel lampu (nomor 1), bracket (nomor 3), dan MX-11 (nomor 2) itu sendiri.

Continue reading "DIY: Pasang Relay & Stabilizer untuk Headlamp Honda New Jazz" »

September 9, 2011

DIY: Cara ganti klakson Honda New Jazz 2011

Well, suara klakson OEM Honda Jazz (termasuk yang MMC 2011) yang beredar di Indonesia memang cemen, cupu, ngga banget, "kek suara bebek" kata Willi. So demi bisa berfungsi dengan normal untuk penggunaan di Jakarta, saya ganti pakai yang lebih besar. Saya memilih Hella Twin Tone Black.

Problemnya, klakson OEM itu super mini, kelihatannya lebih kecil dari klakson Honda Beat, jadi mountingnya dipasang di sisi kanan dalam bumper. Untuk memasang klakson keong Hella diperlukan tempat yang lebih luas. Ada dua pilihan: pasang jadi satu persis di belakang grill, atau pasang terpisah satu di belakang grill dan satu lagi di bawah headlamp kiri. Well untuk ruang di bawah headlamp kiri memang super lega, cuman harus bikin mounting lagi. Akhirnya saya pilih dijadikan satu di belakang grill. Ini yang saya lakukan (maaf, ga ada gambarnya, cuman tulisan doang).

Continue reading "DIY: Cara ganti klakson Honda New Jazz 2011" »

September 7, 2011

DIY: Pasang Radar Pompa Air

Sering banget ya yang tanya soal pemasangan radar pompa air. Ni di milis Tabloid Rumah ada lagi yang tanya. Well, saya hany aberbagi pengalaman saja dah. Pernah pasang 1 radar untuk 1 pompa, sampai 2 radar untuk 1 pompa. Yang pertama kayaknya nggak ribet-ribet amat, semua plumber mestinya tahu. Untuk yang kedua, diperlukan sedikit ilmu elektronika, memahami cara kerja seungguhnya radar air ini.

Berikut diagram pemasangan 1 radar untuk 1 pompa:

Pompa akan hidup saat kedua bandul radar tergantung di udara. Pompa akan mati saat kedua bandul radar terendam air.

Sedangkan untuk pemasangan 2 radar untuk 1 pompa adalah sebagai berikut:

Pompa akan hidup saat kedua bandul radar 2 tergantung di udara DAN kedua bandul radar 1 terendam air. Pompa akan mati saat kedua bandul radar 2 terendam air ATAU saat kedua bandul radar 1 tergantung di udara. Pompa akan tetap mati meskipun kedua bandul radar 2 menggantung di udara apabila kedua bandul radar 1 menggantung di udara. Hal ini memberikan keamanan pada pompa agar tidak menghisap tangki kosong.

Bayangkan, diagram 2 itu saya aplikasikan pada sumur terbuka. Jadi tali radar saya ganti dengan tali yang lebih panjang dan mesti buat dudukan radar di atas bibir sumur. Sumur orang tua saya di kampung dalamnya tak sampai tujuh meter. Air jernih mengucur dari dinding-dinding sumur dan berhenti pada kedalaman empat meter. Jadi daya tampung sumur memang terbatas. Tangki air di atas tower cukup besar dan cepat habis karena digunakan untuk lebih dari 10 anak kost... :D Untung kamar mandinya cuma 3 sehingga pompa masih cukup cepat mengisi tangki yang kosong.

Umumnya, radar memiliki 2 pasang sekrup untuk pemasangan kabel. Pasangan A akan terhubung saat kedua bandul tergantung di udara dan akan terputus saat kedua bandul terendam air. Pasangan B berfungsi kebalikannya, yaitu akan terputus saat kedua bandul tergantung di udara dan akan terhubung saat kedua bandul terendam di air. Sayangnya, kebanyakan radar yang dijual di pasaran tidak dilengkapi dengan skema yang memadai sehingga kita terpaksa menggunakan multitester untuk mengetahui pasangan-pasangan sekrup tersebut.

September 5, 2011

DIY: Dealing With Car's Water Spots

Seumur-umur ngerawat mobil baru kali ini kena water spots, sekujur bodi & kaca lagi. Minggu lalu di Salatiga cuci mobil, jam 7 pagi padahal, bukannya mobil jadi kinclong, malah bercak-bercak water spots dimana-mana. Parah dah. Mana nggak bawa perlengkapan detailing lagi. Akhirnya baru diberesin pas dah sampe di Jakarta lagi.

Yang saya bersihkan pertama adalah kaca. Setelah diguyur air, Glass Scrub saya tuangkan di atas spons cuci piring (pakai yang sisi halusnya), lalu digosokkan kuat-kuat ke kaca dengan gerakan atas bawah, kiri kanan, dan melingkar. Diulang terus sampai berasa cukup, lalu guyur air lagi sampai residu Glass Scrub terbilas bersih. Kaca langsung dikeringkan dan diamati. Kalau masih ada water spots, ulangi dari awal. Ada beberapa bagian kaca yang cukup satu kali, tapi ada juga yang perlu sampai 3 kali! Oh ya, walaupun tidak dianjurkan, saya juga memoles kaca spion. Selesai kaca, istirahat dulu.

Kaca selesai, saya lalu mencuci seluruh badan mobil, secepatnya. Lalu saya ambil Turtle Wax Carnauba Cleaner Wax. Oh... ternyata wax yang satu ini bisa "cut" light swirl marks & oxidations! Semoga water spots bisa hilang juga. Padahal sudah siap juga dengan Turtle Wax Premium Polishing Compound. Cleaner wax ditotol pakai applicator pad dan digosok memutar di bodi mobil. Setelah rata, saya gosok lagi dengan microfiber towel sampai water spots nya tak terlihat. Saya mengerjakannya per panel. Kalau ada bagian yang membandel, saya ulang lagi. Tapi dari pengamatan, sekali saja pakai cleaner wax cukup ampuh. Bernafas lega deh.

Tips:

  • Disarankan pakai sarung tangan karet saat mengaplikasikan Glass Scrub. Bahannya tidak bersahabat dengan kulit.
  • Setelah menggunakan Glass Scrub, sebaiknya lapisi kaca dengan Rain Clear.

Continue reading "DIY: Dealing With Car's Water Spots" »

August 14, 2011

DIY: Pasang stiker di lubang pegangan pintu

Bagian pegangan pintu adalah tempat rawan baret akibat kuku. Jadi, langkah terbaik adalah preventif -> lapis dengan stiker. Yah, kalau sudah baret-baret ya dipoles dulu saja sebelum dipasangi stiker. Kena kuku ya jelas stiker akan baret juga. Tapi paling tidak kalau stikernya sudah "kumuh", mudah saja menggantinya. Nah, akan repot kalau tiap mau ganti stiker harus ke tukang stiker. Sabtu lalu saya beli stiker dan pasang sendiri.

Kalau cuman sekedar potong dan tempel mah hampir semua orang juga bisa. Tapi bidang yang akan ditempel ini memiliki kelengkungan yang unik. So, saya mencoba membuat polanya dari kertas. Berikut langkah pembuatan polanya:

Setelah pola jadi, lalu kita potong dan petakan pada kertas di belakang stiker. Potong, dan tempel serapi mungkin.

Soal nempel stiker, ada cara pakai air sabun, kape, dan hot gun. Sama dengan cara pasang kaca film. Hasilnya katanya sih lebih rapi. Belum pernah coba, tapi dalam waktu dekat akan praktek juga buat sill plate.

August 6, 2011

DIY: Pasang Sensor Parkir (Mundur) di Honda Jazz

DIY time! Kalau minta pasangin tukang paling cuman bayar 30 - 50 ribu. Tapi ga dapet puasnya pasang sendiri. Ini sharing saya: pasang sensor parkir (mundur) dua titik dengan display pada Honda All New Jazz (ANJ) MMC/ Facelift.

Continue reading "DIY: Pasang Sensor Parkir (Mundur) di Honda Jazz" »

June 7, 2011

Bermain-main dengan Proxmox, VM yang mencengangkan

Cuti bersama lalu saya gunakan untuk sesuatu yang produktif. Mampir ke salah satu klien dan mengubah salah satu server menjadi VM OS. Saya pilih Proxmox VE, atas masukan dari teman-teman di milis id-ubuntu.

Setelah download ISOnya sekitar 300MB lebih, burn ke CD dan install. Ga ada apa-apa yang perlu di set-up. Beberapa menit kemudian selesai, eject CDROM dan reboot. UI nya via web mesti dari komputer lain karena Proxmox hanya menyediakan shell prompt saja. Pembuatan VM nya cukup mudah. ISO OS lainnya bisa dikumpulkan di dalam Proxmox serupa repositori ISO. Bagi yang sudah biasa menggunakan VMWare atau VirtualBox, membuat VM di Proxmox akan sangat mudah.

Performa? Benar-benar mengasikkan. Hardware yang saya pakai i5 2400 series dengan 500GB SATA dan 4GB DDR3. Proxmox sendiri "hanya" menggunakan RAM sekitar 200MB, jadi sisa 3,8GB bisa dialokasikan untuk VM-VMnya. Bottleneck saya rasakan hanya dari harddisk I/O. Selebihnya... :D Recommended lah...

June 5, 2011

Dispose this... dispose that @ Nokia N97 Mini Service Manual

Beberapa minggu lalu saya sedang blogging di henpon saat shuttlecock Willi nyangkut di kanopi carport. Henpon saya kantongi, panjat dinding carport dan mencutik jatuh shuttlecocknya. Saya lalu melompat turun... dan henponnya mendarat dengan kerasnya di carport.

Well, itu memang bukan yang pertama kali. Ehm... yang pertama di lokasi yang sama, new year eve kemarin. Lalu beberapa kali lagi di tempat lain. Lucunya kejadian itu setelah henpon saya lepas dari shell tambahannya (pertama beli saya pasangi hardcase dari Capdase, tapi kaitnya patah setelah beberapa bulan dipakai).

Entah karena terakumulasi, jatuh kali ini bikin henpon saya byar pet. Casing sih sudah baret sana sini. Baterai juga terkelupas plastiknya di beberapa sisi. Sudah saya tutup dengan isolasi, tapi tetap saja byar pet. Menyebalkan, masuk kantong longgar pun mati. 'Dilempar' ke atas kasur pun mati. Setelah diperiksa, bodi ternyata bisa dipelintir! Dan tentu saja langsung mati. Wah mesti dibongkar nih.

Continue reading "Dispose this... dispose that @ Nokia N97 Mini Service Manual" »

April 25, 2011

Instalasi Zoneminder di Ubuntu 10.10

Akhirnya berhasil juga... setelah baca sana sini dan menghabiskan waktu berminggu-minggu. Ini yang saya lakukan:

  • Ikuti langkah DI SINI untuk install Zoneminder
  • Ikuti langkah DI SINI hanya untuk mengaktifkan mjpg_streamer dari webcam
  • Ikuti langkah DI SINI untuk membuka privileges /var/cache/zoneminder

Done! Jadi intinya hanya 3: install Zoneminder seperti biasa (apt-get blablabla), untuk webcam yang "abal-abal" bisa pakai mjpg_streamer, dan yang terakhir buka privileges /var/cache/zoneminder biar bisa diakses oleh www-data.

Sekarang tinggal cari CPU berdaya rendah (biar ngirit listrik) buat jadi servernya. Oh ya, mesti bisa dicolok USB modem karena saya ingin ZM mengirimkan email setiap ada triggered events. Plus belajar-belajar settingan lainnya biar harddisk nggak penuh. Kalau semua sudah siap, jadi deh punya DVR... :D

March 8, 2011

Hasil Nukang 3 Hari -> Meja Kerja Baru


Asik ya, semua hitam kecuali kipas anginnya. Ehm... apa ntar Sabtu saya cat sekalian ya? Hehehe...

February 26, 2011

Cara Membersihkan Keping CD / DVD

Kebanyakan orang, termasuk saya, menyimpan keping CD/ DVD di dalam binder plastik. Binder jelas menyimpan lebih banyak daripada menggunakan jewel case. Lagipula, katanya, jewel case memiliki resiko terkena jamur karena terdapat rongga udara di antara keping CD/ DVD.

Tapi ternyata sama saja! Sleeve yang saya pakai untuk menyimpan CD dan DVD ternyata meninggalkan bekas/ noda pada kepingnya! Keping-keping itu jadi susah dibaca oleh reader. Harus dibersihkan nih! Data yang saya simpan terlalu penting: foto dan home video.

Cara pertama saya hanya menggunakan air keran dan tissue, gagal. Cara kedua ekstrim: pembersih noda aspal buat mobil, tapi ini gagal juga. Cara ketiga: cuci dengan sabun cuci tangan, yang ini kadang berhasil, tapi lebih sering gagalnya. Cara keempat: cuci dengan sabun cuci piring yang iklannya bisa menghilangkan lemak membandel. Nah yang ini berhasil, walau tetap saja dari puluhan ribu file masih ada yang tak terbaca (relakan saja dah).

Cara cucinya, pertama ambil tissue, lalu lipat sampai sedikit tebal. Basahi dengan air sedikit, lalu tuangkan beberapa tetes Sunlight di atasnya. Basahi keping sampai merata. Gosok keping menggunakan tissue yang sudah diberi sabun. Gosoknya mesti dari dalam ke luar (dan sebaliknya). Tidak boleh digosok memutar karena jika terjadi swirl mark akan mengganggu proses baca optik. Saya sih gosoknya sampai sekuat tenaga, seringnya sampai tissuenya sendiri hancur. Setelah itu dibilas dengan air, dan goncang-goncangkan untuk meminimalisasi air yang tersisa.Untuk mengeringkannya cukup diletakkan di atas tissue yang sudah dibuka. Lalu tutupi dengan tissue lagi di bagian atasnya dan ditepuk-tepuk perlahan. Jika masih ada air, seka menggunakan tissue baru dari arah dalam ke luar. Untuk keping yang ada stikernya, keringkan juga. Habis itu coba deh dimasukkan lagi ke reader. Kalau belum bisa, langkah di atas bisa diulang 1 - 2 kali lagi.

Sekarang, saya tak akan mem-backup data penting ke keping-keping itu lagi. Lebih baik beli harddisk saja yang gedean. Nanti kalau sudah punya uang lebih, saya akan bikin dua backup identical di dua harddisk.

February 21, 2011

DIY: HDD Docking Fan


Akhirnya jadi juga beli docking harddisk. Untuk saat ini, harddisk yang terpasang akan berganti antara 1,5TB (berisi backup foto, home videos, movies, dan ratusan archive docs) dan 80GB (berisi game-game Nintendo Wii). Cuman waktu kemarin mulai proses backup, harddisknya benar-benar panas! Lha kalau di dalam casing CPU gimana tuh? Well, saya tidak mau ambil risiko. Lebih baik dikipasi saja.

So, ignore the warranty, saya mau pasang kipas permanen saja. Untungnya, power supply harddisk docking mirip dengan power supply CPU: ground, 5V, 12V. Jadi saya bisa memakai kipas casing CPU. Pas saya punya bekas copotan power supply yang rusak. Setelah dibongkar (stiker garansi sobek tentunya), saya cari tempat yang cocok untuk melewatkan kabel kipas. Setelah dilubangi (A), kabel kipas dimasukkan, kemudian ujungnya disolder ke konektor power 12V (B). Test dulu, setelah itu casing harddisk docking ditutup kembali. Kipas saya tempel di bagian belakang docking menggunakan double tape.

Beres! Ini hasilnya:

Dari testing, harddisk cukup mendapat angin. Yang tadinya menyengat panas kalau disentuh, sekarang mau nempel berapa lama pun jari hanya akan berasa hangat.

February 16, 2011

Sepedahan Lagi

Dulu sekali (maksudnya benar-benar dulu banget, 2001 kali) saya memutuskan untuk mengirimkan sepeda balap saya ke Jakarta. idenya mau "berolah-raga". Hasilnya? Karena sudah nggak dipakai selama 3 tahun (di Salatiga nongkrong di gudang sejak saya tinggal ke Jakarta) bannya sudah rada mati, remnya langsung putus begitu digunakan. Akhirnya di Jakarta-pun sepeda itu nongkrong di dekat dapur. Lama-lama dijadikan jemuran lap-lap dan keset yang baru dicuci. Suer jadi kotor, berkarat, berdebu, ber... apa lagi lah pokoknya nggak asik dilihat.

Dua minggu lalu saya tak sengaja harus dealing dengan sepeda-sepeda lagi. Anak-anak sudah harus ganti sepeda yang lebih besar. Willi dapat kiriman dari eyangnya, sementara Sisi gantian pakai punya Willi. Namanya juga bekas, kotor lah, berkarat lah, ada yang somplak lah. Akhirnya saya berkutat dan "bergaul" dengan toko sepeda, mbetulin sepeda ex-Willi yang mau dipakai Sisi. Sukses dah.


Tapi side effectnya saya kok jadi ketagihan. Akhirnya libur kemarin saya pakai untuk menghidupkan sepeda saya sendiri. Mulai jam 10 pagi, kelar jam 6 sore! Kerjaannya memang berat: Pertama, pretelin semua parts sebisanya. Soalnya gumpalan debunya benar-benar tebal dan masuk ke dalam sela-sela parts. Lalu pakai sikat gigi tiap parts yang berdebu disikat. Setelah cukup puas lalu saya masukkan ke ember dan cuci pakai sabun, lalu dikeringin. Beberapa parts yang bisa dikilapkan saya gosok pakai metal polish (pasti pada kenal Sunpoly). Kerjaan ini yang menyita banyak waktu dan tenaga. Setelah itu pasang balik lagi semua parts. Beberapa yang dari karet (ban & rem) serta tali-tali (tali rem & gigi) mesti diganti. Total belanja habis 150 ribu, tapi puas... :D

Next, ada dua pilihan: upgrade rem atau upgrade batang setang jadi versi MTB. Ga akan kebut-kebutan lagi lah, pakai setang lurus kayaknya lebih nyaman daripada setang balap. Plus bisa ganti tuas dan tali rem jadi yang biasa.

February 14, 2011

DIY: Shoes Dryer (Upgraded)

Dah ditambahi solder. Udara yang ditiup ke dalam jadi lebih hangat. Semoga lebih cepat kering.

DIY: Shoes Dryer

Sejak naik motor lagi, kok ya pas Valentine kehujanan. Yang basah tas (sarungnya cuman depan doang sih), pergelangan tangan, kerah jaket, pergelangan kaki, sama sepatu (yang ini parah banget).

Sampe kantor masuk kamar mandi, trus nge-lap semua yang basah. Sepatu sama kaos kaki pasrah dah. Sampe jam 10 yang masih basah sepatu sama kaos kaki, lainnya dah kering. Kaos kaki akhirnya dipake aja, wong tinggal lembab doang. Lha sepatu? Akhirnya DIY dikit, jadi deh seperti di gambar... :D

Tenang, itu push bukan pull. Jadi nyembur angin ke dalam sepatu, nggak bikin pingsan orang-orang sekantor kok. Odorless... xixixixixi... Emang akan lebih efektif kalo ada heat sourcenya. Next time deh cari solder, trus bikin pegangan buat ditaruh di atas kipasnya... :D

Btw, bikers lainnya, kalo pas kena ujan gini biasanya gimana?

January 24, 2011

DIY: Ganti Oli Motor

Sejak bawa motor dari kelas 2 SMA, baru kemarin 'berani' ganti oli sendiri. Biasanya sih tinggal bawa ke bengkel dan tutup mata. Sampai akhir-akhir ini kok rasanya rugi ya kalau bawa ke tempat servis, padahal saya juga tahu apa saja yang dilakukan (ga tahu pun bisa cari di Internet kan), dan memang punya waktu untuk mengerjakannya.

Jadi, saat kemarin menyetel sekrup karburator, saya melirik sekalian busi dan oli. Ternyata busi sudah jelek (api tidak sempurna) dan oli hitam sekali. Mumpung punya sisa oli mobil (bukan bekas lho) saya akhirnya mengganti sendiri olinya. Tinggal buka sekrup di bawah blok mesin, tunggu sampai tidak menetes lagi, tutup lagi, dan isi menggunakan oli baru sampai setinggi dipstick. Selesai... Kalau busi sih mesti beli baru.

Testing, saya bawa sama Yanty ke Daan Mogot mall. Well ini juga trip terjauh saya sejak 7 tahun lalu. Hm... Padahal cuman kurang dari 5km. Maret mau 50km per hari? Hehehe...

January 17, 2011

How To Clean Cooker Hood's Grease Filter

Cara Membersihkan Saringan Minyak Cooker Hood

Dapur rumah kami persis di bawah dak beton. Tak ada ventilasi sama sekali. Yah, namanya juga di perumahan, punya pekarangan belakang adalah hal yang sangat mewah. Untuk membuang semua asap kompor, kami menggunakan cooker hood. Versi rumahan dengan daya 350 watt dengan kipas ganda. Waktu baru dipasang performanya sangat mengesankan. Tapi seiringnya pemakaian, minyak mulai menempel di saringannya.

Saringannya terbuat dari kasa aluminium 3 lapis berlubang kecil. Susah sekali membersihkan minyak yang melekat erat diantara kisi-kisinya. Kami sudah mencoba beberapa cara: disiram air panas, disikat dengan sabun cair yang kayanya anti minyak, disemprot dengan air bertekanan langsung dari pompa. Hasilnya nihil. Sampai tadi saya akhirnya menemukan caranya (yakin deh waktu dulu saya cari di Internet kok nggak nemu) di situs web produsen cooker hoodnya. Kami juga baru tahu kalau saringan itu nama kerennya grease filter.

Setelah saringannya dibuka, kami menuang 4 sendok penuh deterjen bubuk ke dalam ember besar. Lalu kami penuhi dengan air panas. Saringan lalu dicelup-angkat berulang-ulang sampai airnya berbusa dan warna coklat yang tadinya menempel di saringan mulai lepas. Kami ulangi lagi menggunakan air panas yang kedua, baru terlihat benar-benar bersih. Sukses!

Nah, pada libur selanjutnya proyek saya untuk membersihkan kipas dan motornya. Tadi dilirik sekilas benar-benar sudah tertutup oleh minyak. Semoga dengan semua bagian bebas minyak cooker hood kami berfungsi seperti saat baru lagi.

November 1, 2010

DIY: Pendingin Modem Broadband

Ah, akhirnya saya pasang juga modem broadband di rumah. Percaya atau tidak, sejak 2001 di rumah saya hanya mengandalkan modem eksternal dial-up US Robotics (sekarang 3Com). Kecepatan maksimal ya cuman 33kbps alias sekitar 4kBps. X2? Di kompleks perumahan? Jangan harap! Wong dial tone nya saja aneh: tut-tut-tuuut... tut-tut-tuuut... Kata orang Telkom sih karena sambungan saya konek ke switch baru... halah! Apapun, modem dial-up itu tak saya lepas. masih berguna untuk kirim fax.

Sekarang saya full pindah ke broadband. Saya beli router broadband juga karena penangkapan sinyal di rumah saya sangat buruk. Geser sedikit saja kekuatan sinyal berubah. Seringnya malah nggak dapat sinyal 3G sama sekali. Di belakang rumah malah GPRS pun absen. So, kalau pakai router, saya bisa menempatkan router itu di mana saja. Setelah keliling di dalam rumah akhirnya nemu tempat yang paling baik penangkapannya: di atas lemari setinggi 2,6 meter dari lantai! Kabel LAN yang saya tarik pun tak kurang dari 20 meter untuk menghubungkan router dengan desktop PC. Well, Huawei HG553 yang saya pakai sebenarnya lengkap dengan ADSL, LAN, WiFi, dan 3G. Cuman akan sangat mahal kalau saya me-WiFi-enable-kan desktop PC. Lebih baik tarik kabel saja.

Tarik kabel selesai, test WiFi dari notebook selesai, sekarang test koneksi 3G. Lancar jaya! Dicoba koneksi paralel dari satu client LAN dan tiga client WiFi, tak ada performance degradation yang terasa. Yah... browsingnya juga yang enteng-enteng. Streaming video dari satu client tak membunuh koneksi lainnya. Saatnya senang-senang... Hehehe...

Uh oh! ternyata belum selesai! Jam 10 malam koneksi berasa lelet sekali. Reconnect tak membuahkan hasil, sama leletnya. Akhirnya saya naik ke atas lemari, dan wow! modemnya panas sekali! Routernya sih hangat biasa. Hm... burnt test nih, 4 jam connected soalnya. Perlu dikasih solusi. Besoknya, saya pasangi kipas, plus corong agar angin lebih kencang ke arah modem sedangkan router dapat sepoi-sepoi saja. Hasilnya mantap! Test koneksi 1 jam modem tetap dingin. Jumat depan burnt test lagi...

October 18, 2010

Membuat Wiper Belakang Berdiri


Buat apa? Bukan sekedar JDM style, tapi posisi berdiri membuat wiper yang jarang dipakai ini tidak menampung debu terlalu banyak. Berikut cara yang saya lakukan di GE8.

Continue reading "Membuat Wiper Belakang Berdiri" »

June 17, 2010

DIY: SAS Pool Service

What if you need a SAS pool service at your server, but you don't have a SAS/Share or SAS/Connect license? I've figured out from various sources and build my own pool service.

How we build
Install SAS as usual and put SAS executable's directory to the server global path for script simplification. Create one writable shared directory (named pool_1). Create another private directory (named pool_admin) and create one batch file named pool_1_trigger.bat in the directory which contains:
     @echo off
     cls
     :start
     if not exist p:\pool_1\start.sas goto complete
     if exist p:\pool_1\processing.txt goto complete
     echo Processing... > p:\pool_1\processing.txt
     sas p:\pool_1\start.sas
     del p:\pool_1\start.sas
     del p:\pool_1\processing.txt
     :complete
     p:\pool_admin\sleep.exe 5
     goto start
Download file sleep.exe from Internet and put it in the pool_admin directory. I'll explain why I use this program later. Register pool_1_trigger.bat in server's Task Scheduler, set it up to run every server's startup. Done.

How it works
pool_1_trigger.bat will start at server boot. It will stay run caused by infinite loop script (goto start). This loop will look into pool_1 directory for start.sas existence every 5 seconds (p:\pool_admin\sleep.exe 5). Create a complete SAS codes (including libname assignments etc) and save it to start.sas. When you put the file into pool_1 shared directory, it will automatically executed by pool_1_trigger.bat. Remember! because pool_1 directory is a writable shared directory, you can submit the codes from anywhere (including another web application server like Coldfusion Server!) and expect the run within 5 seconds. While executing SAS codes, the directory is flagged by processing.txt file. Any other push service can check the pool by checking this file existence.

Why I use sleep.exe
The pool_1_trigger.bat script will be less complicated if the Task Scheduler can run every second. Unfortunately the fastest loop is one minute. If you can bear wait another minute for sas execution, drop sleep.exe, modify the script, and utilize Task Scheduler.

Is it reliable?
It's DIY! For reliability, I suggest to buy SAS/Share. But, hey, I've tested this method for several times and haven't see any flaws yet.

Further enhancements
Close pool_1 sharing when start.sas exist and reopen when the process finished.

May 31, 2010

DIY: Honda Jazz Splash Guard Repair

Ugh... setelah bercak-bercak di beberapa bodi, sekarang ini. Honda Autoland kayaknya QC-nya nggak detil-detil amat. Tiga minggu lalu saya melakukan perbaikan bumper depan, belakang, pintu kiri depan, dan triplang kiri di bawah pintu depan. Klaim asuransi sih, cuman kan bengkelnya sendiri dibayar full sama asuransinya. Selain kerjaannya ga gitu rapi (di beberapa tempat pengecatan seperti ada debu yang tertimpa cat, jadi nongol gitu), bercak-bercak sisa cat tersebar dimana-mana. Bisa dihilangkan sih pakai wax, cuman kan jadi ngerepotin.

Eh, yang ini kejadian parah lagi. Hari Rabu dan Kamis saat melaju di tol Dalam Kota, ada bunyi berkibar di bagian depan. Baru sempet ngolong hari Jumat pas libur Waisak, dan... gubrak! Splash guard bagian kanan depan sobek! Cantolan yang harusnya dikancing ke bemper depan lepas gitu aja. Walhasil saat saya melaju kencang, angin mendorong splash guard ke aspal, habislah karetnya! Ada sekitar 15 x 30 senti yang hilang tak berbekas. Saya periksa seluruh bemper, ternyata kancing tak terpasang 6 buah dan ada satu sekrup yang lenyap juga. Padahal sekrup ini pegangan utama bemper dan splash guard! Bener-bener ngaco nih Autoland!

Re-claim? Sudah kebanyang perjalanan ke Kelapa Gading, ajuin klaim, periksa, debat sama SA... capek lah. Mendingan waktunya saya pakai untuk betulis sendiri. Copot splashguardnya, beli kancingnya ke toko sparepart di depan kompleks (sebiji kena 8.000!!! Saya cuman beli 5 karena nggak bawa uang banyak), lalu saya rapikan splash guard yang sobek & ditambal dengan plastik fiber sisa tutup pagar. Semoga tahan dengan panasnya mesin.

MOS: Jangan 100% percaya sama QC bengkel. Lain kali cek sendiri sampai puas sebelum keluar bengkel.


1. Satu dari 6 kancing yang tak terpasang. Yang ini saya ambilkan dulu dari bagian bemper atas karena kualitasnya lebih bagus dari yang saya beli.
2. Tempat sekrup yang hilang. Sangat disayangkan. Kalau bagian ini terpasang, mungkin splash guard saya masih bertahan meski kancingnya tak ada.
3. Plastik fiber yang saya jahitkan. Pakai kawat untuk menjahit lalu disemprot anti karat.
4. Splash guard yang asli, well, left of it...

April 5, 2010

Windshield Maintenance

Bukan iklan, hanya testimoni dari pengguna saja.

Karena nggak pernah punya mobil baru, makanya waktu pakai Jazz rasanya terpesona dengan clarity windshieldnya. Nah ini sudah hampir setahun, kok rasanya clarity levelnya turun. Banyak guratan-guratan dan bintik-bintik waktu kena air. Disapu wiper pun tak hilang. Mesti benahi kacanya dulu sebelum ganti wiper.

Dari cari sana sini soal pembersih kaca, akhirnya saya coba produk dari Glass Science: Glass Scrub & Rain Clear. Pertama mengaplikasikannya tangan saya pegal total. Gosokan pertama Glass Scrub tak menampakkan hasilnya. Sampai 2 kali saya gosok & bilas, tangan capai, saat diguyur air kok bintik-biktin dan goresannya tetap nongol. Sebelum menyerah, aplikasi terakhir saya tekan kuat-kuat dan dibilas dengan sapuan air dan lap (jadi bukan guyur air doang seperti yang ditulis di petunjuk pemakaian). Eh, kelihatan hasilnya! Lumayan. Karena sudah jam 8 malam, saya putuskan untuk langsung lanjut dengan Rain Clear.

Ugh... ternyata bentuknya super cair dengan sedikit rasa pedas di tangan seperti alkohol. Saya sapukan rata dengan tissue, lalu setelah rata saya gosok pakai tissue kering. Perlu berkali-kali gosok sampai benar-benar pandangan tak terganggu.

Hasilnya? Saat hujan dari Majalengka ke Cirebon, tetesan air mengalir sendiri dari bawah ke atas, sensasinya membuat anak-anak berteriak-teriak. Wiper jadi lancar, air terbuang ke samping dengan sempurna. Itu hari Sabtu. hari Minggu sore di tol Cikampek kena guyur super lebat (katanya puting beliung di Cikarang ya?) hasilnya memuaskan.

DC per botol di Ace cukup mahal, 85 ribuan per botol, tapi saya puas dengan hasilnya.

Member Of

Personality

Hosted by
Powered by
Movable Type 3.33
Some images hosted by
ImageShack®