Category: Extraordinary

May 12th, 2020 by Adhi Widjajanto

Hah!!!??? Apa pula ini? Setahu saya kantor ga ada urusan sama browsing habit saya. Lalu? Malware!!! Oh tidaaakkk!!! Emang Avast (gratisan sih) ngapain aja???

Usut punya usut, ternyata banyak juga yang berteriak sama. Ada yang menyarankan scan malware (saya pakai MalwareBytes, lagi-lagi yang versi gratisan), ga nemu apa-apa. Trus dari Google support forum juga ada yang menyarankan Clean Chrome Policy, but the notification stays.

Sampai di satu website merefer ke Avast support forum, menyebutkan bahwa notifikasi itu muncul karena kontrol dari si Avast itu sendiri! Bah! Lalu saya coba mematikan fitur QUIC/HTTP3 scanning di Avast, dan notifikasi itu hilang, fiuh. Bukan virus, bukan malware, bukan trojan, ini kasus saya. Apakah ada yang mengalami serupa? Katanya yang pakai AVG juga muncul notifikasi yang sama, cara disable nya silakan lihat di sini.

Jadi, kedua anti virus itu expand layanan mereka dengan memproteksi kita saat browsing, otomatis scan apa yang ditarik dan akan ditampilkan oleh browser, dan yang dianggap berbahaya akan langsung di stop, silakan cek definisi QUIC dan HTTP/3. Makanya kedua anti virus tersebut harus bisa me-manage browser yang kita gunakan.

Posted in Extraordinary, IT Freaks, Shouts & Whispers Tagged with: , , , , , ,

May 2nd, 2020 by Adhi Widjajanto

Percakapan Yanty dengan Mbak Erna:
Q: Trus Mbak Erna gimana nanti Lebaran?
A: Ya nggak mudik lah Bu… Paling nanti Juni baru pulang
Padahal saya sebelumnya sudah worry. Nyari ART dulu aja udah susah, jaman covid-19 gini apalagi. Kalau bisa mudik, belum tentu bisa balik lagi. Kalaupun bisa balik lagi, bisa aja OTG.
Solved in seconds… Mbak kami yang satu ini hebat!

Saya juga kemarin nanya ke Dik Iwid dan Ibu di rumah:
Q: Kalau misal ada sodara yang bilang mo mampir pas libur Lebaran, diterima atau ditolak?
A: Ditolak dengan halus. Atau mulai sekarang aja woro-woro.
Seeeppp!!! Kebetulan rumah Kudus dan rumah Salatiga sering jadi tempat transit sodara-sorada yang mudik dari Jakarta ke Jawa Tengah/ Jogjakarta.

Posted in Extraordinary

April 1st, 2020 by Adhi Widjajanto

Terhitung dari 16 Maret 2020, kantor saya menerapkan Work From Home (WFH), terkait covid-19. Cuman karena Yanty masih ngantor, saya masih antar jemput, biar dia ga berdesak-desakan di halte busway, dan tetap bisa menerapkan Social Distancing/ Physical Distancing yang sampai saat ini disarankan pemerintah. Teman kantor ada yang nyindir, saya (dan beberapa teman senasib) merupakan kumpulan SuamiTakutIstri, padahal kami ini kumpulan SuamiSayangIstri lho… ner ga?

Hari demi hari, jalanan tambah lengang, bahkan trip saya dari rumah ke kantor Yanty dan balik rumah lagi pernah hanya ditempuh 40 menit. Itu total 46km PP. Tiap hari berarti saya jadi supir 92km. Gapapa sih kalau jalanan lengang seperti itu. Bahkan saya sukses nyalain cruise control 60kpj di Jalan Daan Mogot. Hari biasa, boro-boro 60kpj…

Cuman, jalan sepi itu saja yang jadi hiburan saya tiap hari. Sesampainya di rumah, saya dihadapkan dengan anak-anak yang harus mengerjakan tugas harian dari sekolah. Yang pada besar sih ga perlu ditungguin, tapi yang kecil ini (kelas 1 SD) tetap harus di guide, so saya merangkap jadi guru, plus upload lembar pekerjaan ke portal eLearning yang digunakan sekolah.

Belum lagi pertemuan-pertemuan online tambah banyak. Entah kenapa, dulu saat belum WFH sepertinya rapat, diskusi, dan sebangsanya dilakukan seperlunya. Saat ini karena online, jadi diberi kemudahan mau kapan saja, ga peduli ganjil genap, ga peduli hampir jam pulang kantor, dsb. Plus pekerjaan offline biasa juga masih ada. Jadi sebenarnya pada masa WFH seperti ini, waktu saya malah lebih efisien daripada saat sebelum WFH.

Nah, karena saya kerja di rumah, mau ga mau pekerjaan rumah juga terpampang didepan mata. Tembok rembes saat hujan, AC bocor, pipa dapur mampet, apa lagi ya… Mesti dikerjakan, dan kalau saya bisa bagi waktu dengan tepat, saya bisa mengerjakannya di antara jeda meeting. Hoho… benar-benar efisien waktu saya. Cuman selesai WFH, saya jadi benar-benar exhausted. Belum lagi sorenya harus keluar rumah jemput Yanty.

Belum kebayang nanti saat sudah mulai ngantor lagi. Mungkin saya bakal rada susah melepas cara kerja gaya gini. Lihat saja nanti. Anda? Any comments will be appreciated…

#staysafe
#dirumahaja

Posted in Extraordinary, Job Loads, Kids, Shouts & Whispers

February 27th, 2020 by Adhi Widjajanto

Pernah di bully waktu kecil gara-gara nama? Istri saya namanya Yanty, selalu dijodoh-jodohkan dengan teman lainnya yang bernama Yanto. Saya? “Adi, ayo main bola lagi!” Yang tahu maksudnya berarti kita seumuran.

Dan itu ga cuman waktu kecil doang. Candaan itu juga nongol lagi pas kuliah, bahkan saat saya sudah bekerja. Beban? waktu kecil jelas bikin stress apalagi saya dulu introvert (ga percaya? percaya aja dah) jadi ga brani counterback.

Soal masa kerja, saya punya teman yang rela dipanggil Ecil, Edy Kecil. Penasaran apanya yang kecil, ternyata dulu di kantor ini ada yang namanya Edy juga, karena badannya besar, akhirnya mereka berdua dipanggil Ecil dan Edut. Bully? Nggak tuh, karena kami semua memang sudah sampai sedekat itu, MTP family, buktinya mereka berdua oke-oke aja. Malah sekarang Edut balik lagi ke MTP, duduk sebelahan pula.

Nah, 2018 giliran saya yang dapat rekan kerja sama nama. Dan ga mungkin saya jadi Acil sementara beliau jadi Adut, soalnya Pak Adi J. Rusli masuk sebagai Managing Director. Oke saatnya mengalah. Saya jadi AW, beliau dapat privilege tetap Adi, atau kadang jadi AR juga sih.

Selama di MTP, Pak Adi sudah sukses mengarahkan kami menjadi lebih organized, lebih fokus. Setiap meeting pasti ada goalnya, dan kelihatan hasilnya. Dari Platinum Partner jadi Titanium Partner. Dari proyek ratusan ribu dolar jadi proyek jutaan dolar. Yes itu kerja keras kami semua, tapi tak dapat dipungkiri itu terjadi di masa beliau jadi team player di sini.

Bulan depan beliau meneruskan journeynya ke tempat lain, memupuknya agar bisa seperti MTP dan tempat-tempat lainnya yang pernah beliau singgahi. Selamat Pak Adi, sudah lulus dari MTP yang menjadi tempat bagi orang-orang terbaik. Ayo main bola lagi!

Posted in Extraordinary, Job Loads, Shouts & Whispers

February 2nd, 2019 by Adhi Widjajanto
Pivot 3Drive Alpha

Proyek ini sudah saya nantikan sejak 2013. Setelah beberapa kali gagal menyalakan cruise control secara OEM di Honda Jazz GE8, kemudian alternatif menggunakan modul tambahan dirasa cukup mahal, lambat laun proyek ini terpendam cukup dalam.

Sampai kemarin, saat dirasa punya modal cukup untuk mewujudkan, saya memberanikan diri mempersiapkan perangkatnya. Impor dari Jepang dengan harga cukup mahal, modul utama (3DA) plus harness pedal gas (TH-7A) dan pedal rem (BR-2) seharga 21.300 Yen, modul tambahan (THA-SA) seharga 4.801 Yen, plus ongkos kirim 1.620 Yen. Total kalau dirupiahkan hampir 3,8 juta. Wow.

Tunggu prosesnya ya, perjalanan masih panjang, target saya adalah OEM look.

Update:
Ternyata kena pajak sekitar 1,3 juta. Jadi saya spent sekitar 5,1 juta.

Posted in DIY, Extraordinary, Shouts & Whispers

January 24th, 2019 by Adhi Widjajanto

Ini dahsyat. Saya isi formulir perubahan daya PLN tanggal 22 jam sebelas malam via online. Beberapa menit kemudian saya mendapatkan kode bayar via email. Karena tanggal 23 sibuk, baru tadi pagi (tanggal 24) istri saya bayar via ATM. Proses administrasi dapat dicek via online juga. Dan hebatnya, sore ini petugas PLN datang mengganti MCB.

Salut buat bapak petugas yang datang, ramah dan cepat dalam pengerjaannya. Salut juga buat PLN yang sudah melakukan revolusi pelayanan.

Posted in Extraordinary, Shouts & Whispers

December 27th, 2017 by Adhi Widjajanto

Suara klotak-klotak saat hujan, persis kek lagi neduh di gudang pas hujan. Katanya dengan pasang peredam aspal suaranya lebih jadi klutuk-klutuk. Nambah peredam busa suara jadi tuk-tuk. Nah saya lakukan step pertama dulu saja. Busanya blom ada.

Read more of this article »

Posted in DIY, Extraordinary

October 16th, 2017 by Adhi Widjajanto

Endorse? Boleh saja beranggapan demikian. Wong nyatanya saya pakai hosting di MTPCloud ga bayar. Selain jadi admin, saya juga percaya dengan barang dagangan saya sendiri. Okay, mari kita mulai endorsementnya.

Saya sudah bertahun-tahun nyaman di salah satu hosting provider terbesar di Indonesia. Seluruh domain dan hosting yang saya kelola, baik itu milik sendiri atau milik teman, hostingnya di situ juga. Intinya, no complaints: cheap & reliable. Well, at least sampai sebulan yang lalu, bikin saya pusing. Hosting sering mati. Karena tidak ada garansi uptime, saya tidak bisa komplain keras. Support tickets sampai menumpuk panjang. Komplain pagi, siang beres, malam mati lagi. Ujung-ujungnya mereka sarankan pindah server. Wew, kalau server mereka sudah di cloudkan semua, bukannya lebih baik mesin-mesinnya dicluster jadi satu agar dapat high availabilitynya ya? Entah lah, saya sudah capek, dan memutuskan pindah ke provider lain.

So, kenapa saya pilih MTP Cloud. Read more of this article »

Posted in Extraordinary, IT Freaks, Shouts & Whispers

May 5th, 2017 by Adhi Widjajanto

Diversity for Invernity, itulah tema yang diangkat oleh BRaVer Community (INVERNITY) untuk event tahunan di Jambore Nasional pertama. Diselenggarakan pada tanggal 23 April 2017 di Yogyakarta.

Acara yang diikuti hampir dari seluruh chapter dengan sekitar 150 kendaraan Honda BR-V dan 450 peserta menambah warna di Yogyakarta. Waktu kedatangan dan akomodasi peserta pun beragam. Kedatangan peserta variatif dari 21 hingga 23 April untuk menikmati wisata di Yogyakarta dan sekitarnya. Penginapan yang digunakan pun beragam sehingga memberi kesan BRaVer (sebutan bagi anggota INVERNITY) menceriakan seluruh pelosok Yogyakarta.

Read more of this article »

Posted in Extraordinary, Shouts & Whispers

February 27th, 2014 by Adhi Widjajanto

Saya flu berat di ulang tahun ke-40 ini, dan ga ada yang terlalu peduli dengan ke-meriang-an badan saya, pokoknya traktir makan di luar…!!! Hahaha… namanya juga anak-anak.
Eeehhh, Yanty ikut-ikutan. Saya bilang ke dia kalau ga akan ngantor, istirahat di rumah. Cuma pagi-pagi dia sudah mandi dan bersiap ke kantor. Ya saya antar lah, ga tega ngebayangin Yanty nge-busway hujan-hujanan, walau saya harus bercapai-capai naik motor 45km x 2 (sore pasti saya jemput lagi). Setelah sampai rumah lagi, saya hanya berbersih badan dan langsung tidur lagi. Suwer kalau saya lagi flu benar-benar tepar (Akibat amandel dah ga ada? Entah).
Sorenya waktu jemput di depan kantornya, saya nyindir, “Tau ga, kalo dipikir-pikir Dhi jemput Eng gini sama aja ga istirahat”. Tahu apa jawaban Yanty?
“Lha iya, napa tadi ga ngantor sekalian” hadehhh…!!! *tepok jidat keras-keras*
“Kan mau istirahaaattt…!!!” teriak saya dalam hati…

Posted in Extraordinary, Shouts & Whispers