Category: Job Loads

November 19th, 2019 by Adhi Widjajanto

Akhir tahun lalu isi ComPro berubah drastis. Yang tadinya secara gamblang menjelaskan “yang biasa kita lakukan“, ComPro baru menorehkan “yang bisa kita lakukan“. Well, sepertinya hanya saya saja yang belum pernah role playing present ComPro baru itu. Why? Karena saya belum dapet feel nya. That’s me, ga bisa present slide hanya dengan baca doang tanpa memahami isinya.

Sekarang sudah akhir tahun, dan sampai saat ini kami masih melakukan apa yang biasa kami lakukan, walau dengan percepatan logaritmik. Tapi tetap saja, “yang bisa kita lakukan” itu belum terlaksana. Sampai seminggu lalu, saya dapat kesempatan untuk mencobanya. Beresiko? Jelas. Bisa rugi? Bisa lah. New experiences? Definitely! So?

Ternyata ada yang tidak berani ambil risiko. Mungkin lupa dengan ComPro nya. Mungkin karena udah masuk Q4 buat closingan 2019, menghindari rapor merah. Entah. Yang jelas bikin mood saya terbanting keras ke bawah. Udah perlu libur akhir tahun sepertinya. #YukTouring

Tahun 2020 mungkin ada baiknya ngaca lagi, buat revisi ComPro. Siapa tahu kita bisa menjadi lebih baik jika melakukan apa yang biasa kita lakukan, dengan semangat dan ke-pede-an logaritmik.

Posted in Job Loads, My Thoughts

February 21st, 2019 by Adhi Widjajanto

Saya dan Yanty (istri) lulus kuliah di tahun yang sama, dan mulai kerja di tahun yang sama juga (1997). Saya mulai di perusahaan TI berbasis software yang ritme kerjanya relatif lambat. Timeline proyek bisa bulanan bahkan tahunan. Saya jadi terbiasa untuk bekerja seperti itu. Sementara Yanty kerja di bank dengan nasabah retail, berhadapan dengan pekerjaan yang tak pernah habis, selalu menumpuk di atas meja walau dikerjakan 24 jam selama 7 hari sekalipun. Oh ya, lokasi kerja saya lebih prestisius: di kawasan Sudirman (baca: apa-apa mahal), sementara Yanty di kawasan Glodok (baca: semuanya murah).

22 tahun terlewati, kami dihadapkan dengan kondisi yang berbeda. Saya sekarang bekerja di perusahaan TI berbasis hardware yang ritme kerjanya super cepat. Proyek mungkin bisa selesai dalam hitungan minggu, bahkan hari. Waktu kerja juga sudah persis dengan SLA yang ditawarkan ke customer, 24×7 4 hours response time… wkwkwk… Sementara Yanty yang pindah kerja di bank dengan nasabah korporasi dan ekspat, menghadapi ritme kerja yang sangat berbeda juga. Masuk jam 8 pagi untuk senam, trus ada sesi penggugah semangat (menyorakkan slogan perusahaan, sharing session, main game, dan entah apa lagi), baru mulai kerja yang ritmenya sooo slow (menurut dia sih). Tiap akhir bulan satu departemen hang-out dinner dan diakhiri dengan karaoke. Intinya: nyante. Plus, kantor Yanty sekarang di Sudirman, sementara saya yang geser ke tempat yang sedikit lebih murah, gee…

Nah, trus apa hubungannya dengan work hard dan work smart? Sepertinya dua istilah itu relasinya dengan THP ya. Work hard: kerja mati-matian demi upah sekian, sementara work smart: kerja seperlunya demi upah yang sekian juga. Kasus saya dan Yanty 22 tahun yang lalu, sepertinya Yanty work hard, sementara saya tidak melakukan keduanya. Hahaha… kerja saya nyante, dan hasilnya ya ga gede juga (kalau dibandingkan dengan teman-teman seangkatan yang sudah meroket kemana-mana). Nah, sekarang? Semoga kami berdua mulai masuk ke ranah work smart: enjoying life. Walau definisi itu sangaaattt subyektif.

Posted in Job Loads, My Thoughts, Shouts & Whispers

August 2nd, 2017 by Adhi Widjajanto

Setelah kenal dengan ISP Config beberapa tahun lalu, saya “punya” server imut, ditaruh di gedung Cyber, lalu disewakan ke beberapa kenalan sebagai shared hosting. Mayan lah, nutup biaya operasional, tiny margin, lots of fun. Sebenarnya saya mencari fun nya saja sih. Lama-lama banyak layanan sejenis yang (menurut saya) harganya murah ga masuk diakal. Saya putuskan memindahkan customer-customer saya ke layanan tersebut, dan menjual server imut saya itu.

Sekarang, karena kantor mulai menyediakan layanan cloud, saya juga jadi punya playground baru, install ISP Config lagi, jajal ini itu, the fun part is back! Hehehe… Ada yang mau host web nya di tempat saya? Ada di data center tier 3 lho, pakai DRUPS dan vMotion.

Posted in IT Freaks, Job Loads, Shouts & Whispers

August 28th, 2009 by Adhi Widjajanto

Bos dari belakang punggung ngomong, “Bla… bla… bla… bla…”, lalu stafnya langsung menjawab, “Bli… bli… bli… bli…”. Waktu dia menoleh ke belakang, eh… bosnya sudah tidak ada. Wkwkwkwkwkwk… Saya yang disebelahnya ngekek habis. Ternyata sang bos tak menunggu jawaban stafnya, langsung ngeloyor masuk ruangannya lagi. Gee… Keknya perlu pasang cermin di atas monitor neh…

Posted in Job Loads

May 14th, 2009 by Adhi Widjajanto

Dua minggu terakhir saya berkutat dengan pekerjaan yang tak jelas: bikin proposal. Hehehehe… seringnya, proposal didahului dengan RFP yang memuat keinginan calon client secara kualitatif. “Saya ingin ada laporan tentang blablabla…”, “Saya ingin ada fitur blablabla…”. Get the point? Nah, proposal yang saya kerjakan kemarin itu didasarkan atas ini: “Saya ingin laporannya ada lima”, “Saya ingin fiturnya ada sepuluh”. Nah lho… emang belanja di pasar? Ehm… masih lebih gampang belanja di pasar kalee…
Yah, pokoknya pusingnya sudah selesai kemarin malam jam 8. Kalo dapet ya lumayan lah… 4,7M… Gee…

Posted in Job Loads

November 4th, 2008 by Adhi Widjajanto

Nah, setelah pakai Ubuntu kompie saya jadi lebih enteng, euh, terorganisir lah. Perlu Windows? Install & jalanin di VBox. Perlu RHEL? Install & jalanin di VBox. Nyam… nyam…
Ngikut cara Sun An, satu client satu VBox… hehehehe…

Posted in Job Loads

August 27th, 2008 by Adhi Widjajanto

Dulu saya pikir ini diabetes, ternyata kusta. Yah, kalau gitu tinggal diobati aja, wong sudah lepas sendiri
Analogi yang rada keterlaluan untuk sebuah institusi, tapi memang ada benarnya juga kok… Saya sempat kaget juga karena perkembangannya sampai ke situ. Hm… kalo dipikir lagi, tak ada salahnya menjalani seperti ini, back to basic, back to the oldies. Siapa suruh lama-lama di sini?
Kalau yang kena kusta lehernya, nggak bisa “hanya diobati” kan?

Posted in Job Loads

July 10th, 2008 by Adhi Widjajanto

Dulu saya tak pernah menawar. Kalau iya pun saya hanya memenuhi kewajiban saya menawar. Kali ini tidak. Setelah bulan lalu saya melakukan tawar menawar yang cukup berbahaya, kali ini saya lakukan lagi.

Jalur Internet kantor kami disediakan oleh CBN sebesar 64kbps dedicated simetris untuk seluruh tujuan. Kami membayar 4,62juta per bulannya, termasuk pajak. Lirik-lirik boleh dong, apalagi sudah beberapa bulan terakhir kami “diganggu” oleh penawaran-penawaran dari ISP lain dengan harga lebih miring, fitur lebih wah (tapi belum tentu joss).
Dari pengalaman berharga bulan lalu, saya terapkan juga ke marketing support saya di CBN. Caranya: (1) Buat batasan-batasan keperluan kita. (2) Minta penawaran customized dari ISP lain, sebanyaknya kalau perlu. (3) Sensor seperlunya dan forward ke CBN. (4) Wait & see dengan batas waktu.
Barusan, CBN telpon dengan tawaran yang “cukup baik”. 128kbps dedicated untuk internasional, 512kbps dedicated untuk lokal. Nice! dan saya tetap dapat “joss” nya CBN.

Posted in Job Loads

June 11th, 2008 by Adhi Widjajanto

Hampir saja saya mengumpat seharian. Bank Indonesia sebagai regulator perbankan di Indonesia “menyarankan dengan sangat” untuk tidak menggunakan open sources untuk aplikasi perbankan di Indonesia. Produk perusahaan saya (dan client-client nya) terancam karena menggunakan linux dan mysql.
Alasannya? Karena linux dan mysql adalah barang gratisan. Whaa!!!

Posted in Job Loads

May 21st, 2008 by Adhi Widjajanto

He won’t let it go but does nothing to hold!!!
Welcome to the reality! I was speechless, pretty much hopeless.

Posted in Job Loads