Ribetnya jadi Web Admin

Baru nyadar jadi web admin itu adalah fulltime job, ga bisa sambilan. Ini kalau emang mau beneran websitenya jalan yah, ga sekedar tampilan html dan gambar menuh-menuhin Internet yang udah ruwet. Perlu dedikasi tinggi, paling tidak itu yang saya alami beberapa hari terakhir ini dan nambah tingkat kepeningan kepala saya.

Website kantor sudah lama tak terurus. Dulu memang saya pernah scratch, ubah sepenuhnya dari cms in house jadi pakai WordPress, bertahan setahun dua tahun keknya. Trus karena disetujui oleh management, evolving untuk diserahkan ke pihak ketiga dalam hal pengembangannya dan optimisasinya. Cuman dengan investasi segitu ga brasa feedbacknya ke sales, akhirnya dihentikan. Websitenya kembali tak terurus, kebetulan saya juga sedang fokus di divisi saya sendiri, toh sudah (baru berdiri) divisi marketing di kantor. Cuman mereka aware di marketingnya, ga aware di web developmentnya. Ketumpuk-tumpuk lagi dah tu baik content dan plugins di engine WordPressnya. Rating di Google langsung terpuruk, PageSpeed anjlok. Usaha saya yang setengah-setengah mencoba mendongkrak performanya dengan menginstall plugin sana sini tak membuahkan hasil optimal. Sepertinya cara paling mudah memang balik ke awal: rescratch.

So, minggu lalu saya minta subdomain baru untuk bikin mock up baru. Desain copy paste desain lama, karena memang saya pikir sudah cukup bagus. Gambar-gambar nanti perlu ada yang diubah agar bisa comply sama ISO 27001:2013 yang lagi dijajaki. Content saya copy paste juga karena proses export import antar WordPress entah kenapa gagal, saya malas tracing karena masih lebih cepat memindahkan manual pages, posts, dan images yang ga lebih dari 50. Lalu install plugins yang benar-benar perlu saja. Optimizing images juga, walau belum nemu webp local generator yang benar-benar bisa bekerja. Targetnya PageSpeed harus naik, setelah itu baru dimigrasi ke production. Itu saja sudah 4 hari kerja walau dibarengi meeting sana sini.

Selesai? Belum! Karena strukturnya bisa jadi berubah, saya mesti regenerate sitemap untuk upload ke Google Search Console. Lalu pekerjaan yang paling membosankan: update post & page tags. Mesti buka konten satu-satu dan mencari keywords yang relevan dan bisa mengangkat reputasi web. Belum lagi tips dan tricks yang cukup banyak saya baca dari Internet untuk optimisasi. Bisa dibilang baru setengah jalan lah.

Kerjaan periodik pun mesti lihat statistik dan analisa traffic, optimize mana yang kurang. Btw kantor lagi mencoba hire sysadmin, saya sih pesimis bisa handle yang seperti ini. Entah kalau misal nanti di handover, sepertinya perlu supervisi dulu biar kejadian tumpuk-tumpukan ga terulang lagi.

P.S. Abis mikir web kantor, trus mikir blog ini yang udah ribuan posts. Brapa lama coba benerinnya, nambah tags buat setiap posts sih bisa berabad-abad.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.