Category: My Thoughts

April 6th, 2018 by Adhi Widjajanto

Soal cerita:
Si A dan si B satu kelas. Si A pinjam motor si B untuk kebut-kebutan. Ujung-ujungnya si A kecelakaan, motor si B hancur. Nyokap si B minta ganti rugi ke nyokap si A, dibayar, done. Nyokap si A lalu broadcast ke WAG* ortu, bilang kl ada yg minjemin lagi motor ke si A, harap tanggung akibatnya sendiri.

Ditanyakan:
Ortu yang lain harus komen apa? Apakah tanggung jawab mendidik anak sudah dilimpahkan ke orang lain? Ke sekolah? Ke ortu lain?

Kalau merasa tertarik, silakan post di komentar ya…

Note:
* WAG = WhatsApp Group

Posted in My Thoughts, Shouts & Whispers

October 11th, 2017 by Adhi Widjajanto

Begitu kata teman-teman dari industri enterprise storage sejak kemunculan terobosan baru di bidang flash drive a.k.a solid state drive/ SSD yang memungkinkan pembuatan harddisk SSD menjadi lebih mudah, lebih besar kapasitasnya, dengan harga lebih murah.
Read more of this article »

Posted in IT Freaks, My Thoughts

August 5th, 2017 by Adhi Widjajanto

Sudah lebih dari lima tahun saya ga ngibarin bendera saat 17an, semata karena bendera tua saya hilang entah ke mana. Well, ga akan bahas soal nasionalisme, bahas yang entengan aja.

Tadi malam saya sudah diwarning sama Pak RT, “harus pasang bendera ya, akan ada sidak!” Beuh… Pagi ini kebetulan di depan sekolah anak-anak ada penjual bendera. Mampir, nanya, nawar, dan ga beli. Bapak tua pejual bendera memberi harga Rp. 50.000 untuk ukuran 90×60. Saya yang olshoper sudah cari referensi kalau bendera ukuran segitu cuman 15 ribu. Pulang deh.

Cuman sampe rumah Yanty berasa galau, empatinya mendadak naik, “rejeki setahun sekali Say” katanya. Akhirnya kami balik lagi ke tempat yang sama, beli, pulang pasang. Yanty sempet ngobrol dikit, ternyata kulakan bendera dari Indramayu! Ga kurang jauh ya? Kalau ga jualan bendera ya jualan sepatu, entah, Indramayu produsen sepatu?

Posted in My Thoughts

April 12th, 2017 by Adhi Widjajanto

Please note, this is still an idea.

Why?

Ever saw some car with blindspot signal placed in their side mirrors? I did and I want it installed in my car. It really help us driving especially on busy traffic with motorcycles around.

How?

Use reverse/ parking signal with LED display like I use it in my previous car as proximity sensor. Then detach one of the LED display and glue it behind the side mirrors. Easy, eh?

Posted in DIY, My Thoughts

June 29th, 2015 by Adhi Widjajanto


Setelah sekitar setahun saya pakai replika HKS Silent, kemarin saya lepas juga, balik ke OEM. Yang saya rasakan:

  • Suara jauuuhhh lebih adem. HKS Silent emang beneran ‘silent’ saat idle. Namun kalau pedal gas dibejek dikit aja udah mulai terdengar derumannya. Pakai muffler OEM mau bejek sedalam apapun suaranya masih adem…
  • Bensin jadi iriiittt!!! Kok bisa? Saat pakai HKS, abis bejek gas ga akan bisa langsung lepas karena suaranya jelek kalau gas dilepas di tengah derumannya saat RPM nanjak, kek sapi kecekek… wkwkwk… Jadi pakai HKS lebih sering over ngegasnya nunggu suara yang pas buat lepas gas (biasa saat ganti gigi). Pakai muffler OEM, gas kapan aja lepas kapan aja ga masalah. Oh ya, kasus ini buat matic, karena kalau di manual suara muffler bisa diatur dengan pijakan gas dan kopling (kalau ga ngerti berarti belum pernah drive mobil manual).

Punya pengalaman serupa?

Posted in DIY, My Thoughts, Shouts & Whispers

February 5th, 2015 by Adhi Widjajanto

Curious, karena tombol setir Mobilio/Brio itu sama dengan tombol setir CR-Z. Bedanya tombol setir CR-Z bisa menyala mengikuti lampu senja sedangkan tombol setir Mobilio/ Brio gelap gulita. Ngintip dikit yuk…
Bentuk fisik luar:

Ada 12 pin! Sementara kabel yang tersedia di soket hanya 2 (untuk sinyal ke head unit tentunya). Lainnya?
Dalamnya:

Read more of this article »

Posted in DIY, My Thoughts

December 20th, 2014 by Adhi Widjajanto


Karena casing Nillkin daya pecah, akhirnya saya pakai juga casing yang ini.
Ngepas banget di bodi, setiap saya melepasnya pasti back cover Redmi 1S nya ikut copot. Lalu moldingnya juga tak terlalu rapi, banyak sisa cetakan yang tidak kena trimming (atau memang tidak ada trimming?) Kesan pertama sih lengket di tangan, cuma lama-lama terbiasa juga. Yang paling saya suka dari casing ini adalah warnanya… Hehehe… sangat attractive…

Posted in My Thoughts

November 15th, 2014 by Adhi Widjajanto


Pros: neat price worth for the money, nice packaging, good quality material, well built, snap fit to the body, every holes carved perfectly, cover screen surface while faced down.
Cons: uncovered on top and bottom side, very slick on hand.

Posted in My Thoughts

February 5th, 2014 by Adhi Widjajanto


Zoneminder saya mengirimkan “laporan rutin” sekitar 0,18GB per hari. Kalau untuk 20 hari kerja per bulan berarti perlu sekitar 3,6GB. ISP yang saya pakai di rumah sekarang adalah Smartfren Connex Unlimited 100.000 dengan FUP 5GB per bulan. Plus sekarang hampir seluruh anggota keluarga (kecuali Rara) sudah fully connected baik untuk ngerjain pe-er, chat dengan teman, dan main game online. Tak heran kalau 1,4GB sisa FUP sudah habis sebelum masa 30 hari lewat, dan bandwidth langsung drop dari 1Mbps menjadi 64Kbps. Zoneminder sih tidak komplain dengan speed hanya 8KBps, toh hanya mengirimkan email, walau sering datangnya jadi terlambat. Hanya saja saya hampir bosan dengan keluhan “real” user lainnya. Ngerjain pe-er mesti nunggu saya pulang untuk meminjam “Internet yang cepat” dari henpon saya. Terlebih lagi game HayDay dan CoC yang sedang digandrungi orang serumah… kalau ga bisa nyambung ke server, saya pasti dapat keluhannya.
Solusi pindah provider sepertinya tak ada. Setelah mencari-cari ternyata hanya Smartfren dan Indosat saja yang menyediakan affordable broadband service with unlimited quota. Jadi, pilihannya ada dua:

  • Menaikkan paket dari 100.000 menjadi 200.000 dengan provider yang sama (FUP naik dari 5GB menjadi 12GB)
  • Menurunkan paket dari 100.000 menjadi 50.000 dan mengkhususkannya untuk Zoneminder (FUP turun jadi 1,5GB; ga masalah karena hanya dipakai untuk kirim email), sementara 50.000 sisanya dialokasikan ke provider lain (45.000 Bolt untuk 4GB/30 hari)

So? Saya belum memutuskan sih. Sepertinya opsi kedua lebih menarik walau saya harus menambah infrastruktur (beli MiFi Bolt).

Posted in My Thoughts

December 10th, 2013 by Adhi Widjajanto

Beberapa alasan saya milih jadi karyawan:

  1. Gaji tetap per bulan, ga peduli beban kerja yang naik turun
  2. Ga dipusingin sama company decission making

Nah, kalau saya mulai dibebankan sama yang nomor dua yang harusnya jadi kerjaannya para direktur, lha ngapain saya kerja sama orang? I’m paid to solve costomer’s problems, not the company own’s.
Bener ga sih? Plain staff nih… not even a manager…

Posted in My Thoughts