Category: Shouts & Whispers

May 13th, 2017 by Adhi Widjajanto

Mau dipotong gimana Kak?

Cepak

Hasilnya rambut saya dipotong pendek. QC nya Yanty, pokoknya sampe ga bisa dijambak berarti udah pas.

Itu kalau di salon. Kalau di barber shop ternyata beda. Same question, same answer, different result. Rambut saya benar-benar jadi cepak ala Taruna. Hahaha…!!! Banyak teman-teman sampai pada pangling, karena terakhir rambut saya super panjang.

Omong-omong, rata-rata saya mampir ke tukang cukur itu tiga bulan sekali. Pelit yah… wkwkwk…

Posted in Shouts & Whispers

May 5th, 2017 by Adhi Widjajanto

Diversity for Invernity, itulah tema yang diangkat oleh BRaVer Community (INVERNITY) untuk event tahunan di Jambore Nasional pertama. Diselenggarakan pada tanggal 23 April 2017 di Yogyakarta.

Acara yang diikuti hampir dari seluruh chapter dengan sekitar 150 kendaraan Honda BR-V dan 450 peserta menambah warna di Yogyakarta. Waktu kedatangan dan akomodasi peserta pun beragam. Kedatangan peserta variatif dari 21 hingga 23 April untuk menikmati wisata di Yogyakarta dan sekitarnya. Penginapan yang digunakan pun beragam sehingga memberi kesan BRaVer (sebutan bagi anggota INVERNITY) menceriakan seluruh pelosok Yogyakarta.

Read more of this article »

Posted in Extraordinary, Shouts & Whispers

February 15th, 2017 by Adhi Widjajanto

Watch the video below:

Pros:

  • Easy take off and landing using 1 button
  • Pretty stable with altitude hold

Cons:

  • Underpowered fighting even low wind
  • 7 minutes battery seems so quick (that’s why I have 3)

 

Posted in Shouts & Whispers

December 23rd, 2016 by Adhi Widjajanto

Kondisi:

  • Kabel ground asli BR-V hanya ada 3: Dari negatif aki ke plat bodi bagian depan, dari plat bodi bagian depan ke blok mesin, dan dari plat bodi bagian kiri ke gearbox
  • Kabel ground asli BR-V pakai sekitar 6 AWG

Akibatnya:

  • Jalur negatif alternator ke negatif aki melalui blok mesin (yang panas) dan melalui plat bodi (terdiri dari beberapa lembar yang disambung oleh las). Hasil pengukuran resistansi antara bodi alternator dengan kepala aki: 0.5 ohm.
  • Jalur negatif busi ke negatif aki melalui blok mesin dan melalui plat bodi (yang panas) dan melalui plat bodi (terdiri dari beberapa lembar yang disambung oleh las). Hasil pengukuran resistansi antara blok mesin dekat lubang busi dengan kepala aki: 0.2 ohm.

Solusinya: Read more of this article »

Posted in Shouts & Whispers

November 21st, 2016 by Adhi Widjajanto

Ukuran jarak ulir per Honda BR-V: depan 4cm, belakang 2cm. Untuk yang mau pasang damper bisa buat referensi.

Posted in DIY, Shouts & Whispers

June 16th, 2016 by Adhi Widjajanto

After several questions regarding AC filter position, I decide to write this post to clarify the exact face position for AC filter in Honda BR-V.

As you see in pic 1, I put a tissue paper inside the running AC fan and it sucked down. That means airflow run from top to bottom. Confirmed by dirts on my filter. Pic 2 shows the top side of the filter, more dirty tha the pic 3 that shows the bottom side of the filter.

For carbonized filter, please place the carbonized face upside.

Posted in DIY, Shouts & Whispers

March 7th, 2016 by Adhi Widjajanto

Buat BR-V, pakai punya Mobilio. Perfect fit! Kali ini nggak DIY, wong tinggal beli trus pasang.
Read more of this article »

Posted in Shouts & Whispers

January 9th, 2016 by Adhi Widjajanto

Cek fisik kendaraan bermotor diperlukan antara lain:

  • Pindah alamat
  • Ganti plat nomor

Kelengkapan yang harus dibawa:

  • Kendaraan yang akan di cek fisik
  • BPKB
  • KTP
  • STNK

Flownya:

  • Bawa kendaraan ke area cek fisik (sebelah kiri) dan antrikan.
  • Fotokopi seluruh dokumen di layanan fotokopi yang tersebar di area SamSat Daan Mogot.
  • Minta form cek fisik di loket 1.
  • Berikan form cek fisik ke petugas di lapangan.
  • Setelah cek fisik selesai, kembalikan form ke loket 1.
  • Tunggu dipanggil (tertulis maksimal 1 jam) dan ambil hasil cek fisik di loket 4.

Selanjutnya sama saja dengan flow perpanjangan STNK:

  • Bawa seluruh dokumen ke gedung utama dan masukkan ke loket perpanjangan STNK.
  • Tunggu dipanggil untuk ambil nota pembayaran, setelah dapat bayar PKB di loket pembayaran, dapat kuitansi pembayaran.
  • Serahkan kuitansi pembayaran ke loket pengambilan STNK/ plat nomor. Ada box khusus untuk perpanjangan STNK saja dan STNK+plat nomor.
  • Tunggu dipanggil umtuk pengambilan STNK (dan plat nomor kalau memang ganti)

Tips:

  • Datang sepagi mungkin karena antrian cek fisik sangat panjang. Hanya ada satu petugas lapangan untuk masing-masing antrian roda dua dan roda 4.

Posted in Shouts & Whispers

January 9th, 2016 by Adhi Widjajanto

Barusan ngurus buat si BOK, mumpung masih fresh jadi saya tulis buat referensi.

Datang ke SamSat Daan Mogot dengan membawa dokumen yang diperlukan:

  • Foto kopi KTP
  • Foto kopi KK
  • Foto kopi PKB terakhir, kalau sudah tidak ada bisa minta ke loket PKB di lantai 1 (ujung sebelah kanan) dengan sebutkan nopol kendaraan yang sudah dijual.
  • Materai 6.000

Seluruh dokumen bawa ke lantai 5, loket Blokir.

Minta form, isi, tempel materai, tanda tangan, kembalikan ke loket Blokir, dapat nota pengambilan hasil blokir.

Hasil blokir ambil 4 hari kemudian.

No money involved.

Posted in Shouts & Whispers

November 20th, 2015 by Adhi Widjajanto

Dari Wiki, definisi gang adalah kumpulan beberapa orang yang berbagi identitas yang sama, kata benda. Kata kerjanya nge-gang, nge-geng aja deh di-Indonesia-kan. Arti lainnya: kumpulan orang-orang yang mengeksklusifkan diri, walau mungkin tetap saja bersosialisasi dengan orang di luar ke-eksklusif-annya. Anda pernah nge-geng? Paling tidak di masa muda, boleh dikata saya nge-geng juga.

Masa SMA saya punya geng nonton bioskop, terutama jaman dulu saat midnight show selalu diputar dua film (1 barat, 1 mandarin). Berangkat jam 10 malam, pulang jam 4 pagi setelah sebelumnya mampir ke angkringan nasi goreng. Bayarnya pun giliran karena dijamin yang ikut ya hanya itu-itu saja. Teman saya yang lain ada yang nge-geng karena punya common interest terhadap motor kecil yang bisa lari kenceng dengan suara membahana saat malam. Entah detil aktifitasnya karena saya nggak bisa ikutan (tidak punya motor kecil yang bisa lari kencang dengan suara membahana, hehehe…). Itu off-schooltime, saat di sekolah sepertinya kami membaur tanpa ada geng-geng’an. Kecuali saya yang kurang peka dan tak melihatnya.

Nah ini cerita putri saya yang sudah beranjak remaja. SD kelas lima sudah mulai nge-geng. Sehat kok kalau dari kacamata saya. Saat istirahat sekolah selalu barengan, berbagi bekal, ngerumpi. Bahkan bikin pr pun diniatin ke rumah teman biar bisa mengerjakan bersama-sama. Sampai suatu saat ada yang berinisiatif untuk ‘memimpin’ dan mulailah keceriaan berubah menjadi kebencian (lah…). Yang take charge itu umurnya paling tua, dan kebetulan putri saya paling muda. Prinsip “atasan-bawahan” mulai terbentuk dan putri saya yang memang cukup dominan terpental. Pulang ke rumah mengadu ke Yanty sambil menangis habis-habisan (lebih parah nangisnya daripada saat saya memarahi dia, heran). Setelah masa recovery, beberapa hari kemudian putri saya cerita, buat masuk geng lama dia ada syaratnya: traktir makan semua member geng! Wah… bentuk kriminalitas di usia belia? Yang dahsyat, ada teman dia ada yang ‘rela’ mentraktir untuk join. Putri saya mengambil langkah lain: nge-geng sama teman lainnya… 😀

 

Posted in Kids, Shouts & Whispers