Shouts & Whispers

Area 57 @ Tol Cikampek

Tepatnya di kilometer 57 tol Cikampek, Pertamina membangun instalasi “wah”. Semacam rest area dengan berbagai anjungan pengenyang perut dan berderet pompa minum kuda besi. Tertata dengan rapi dan memiliki areal parkir luas, sepertinya bakal menjanjikan untuk mereguk rupiah lebih banyak lagi untuk perusahaan yang baru saja berganti logo itu. Sayang...

Petugas Survey Yang Tidak Menyenangkan

Karena istri saya bermigrasi dari Mentari ke Matrix, maka seorang petugas survey datang ke rumah. Er, memang seerti itu ya peraturannya sekarang? Kok saya dulu tidak ya. Minggu lalu dia datang ke alamat yang salah. Blok G3 No 7 dibaca Blok G No 37. Esoknya CS Matrix menelpon istri saya...

Bad Days

Perasaan saya menjadi sangat tidak tenang setelah Yanty menelpon memberi tahu panas badan Willi sampai 39, sementara saya tidak bisa berbuat sesuatu untuk membantunya, terjebak dalam kesibukan di Samarinda. Terbayang mereka bersusah naik ojek ke Hermina… dan, ouh… kas kami sedang tipis. Mana Nokia Yanty sedang bermasalah, komunikasi kami jadi...

Pestisida Aktif…???

Minggu lalu saat menonton berita di MetroTV, kami dikejutkan dengan hasil sidak Departmen Pertanian (cmiiw) ke salah satu pabrik obat nyamuk yang produknya sudah kami pakai lebih dari dua tahun. Pestisida aktif? Apa itu? Tak dijelaskan di berita itu. Yang saya amati hanyalah memastikan bahwa gejala-gejala dan akibat dari ‘pestisida...

Allergic

“Dhi, medical allowance kamu tinggal dua ratus…, detilnya di bawah ini…” Sedikit terhenyak membaca chat post sekretaris saya. Pikiran langsung melayang ke jadual imunisasi Sisi yang masih panjang. Hem, memang tahun ini anak-anak jadi langganan ke dokter, terutama karena alergi Willi yang sering kambuh, bikin kami senewen karena belum ada...

Ngajari Willi pake DSLR

Ini bukan gaya-gayaan, bukan juga nyombong. Lha wong kalo jatuh atau miss-usage kan berabe. Barang mahal tuh. Sejak di rumah saya ada Powershot Pro-1, Willi selalu merecoki saya saat mau memotret. “Willi mo foto… Willi mo foto…” rengeknya sambil menempatkan dirinya diantara saya dan kamera. Jelas pandangan saya ke LCD...

Kena Batunya…?

Banyak enaknya punya pengurus rumah tangga dari kampung halaman, dua lagi. Kompak, nggak pernah bertengkar, semua kerjaan beres. Jarang banget nggak enaknya. Kepikir nggak enaknya? Kalau pulang minta bareng. Huu… Ini juga. Saking lengketnya, saat satu PRT saya disuruh pulang (dan tak kembali lagi), yang satunya-pun mengekor dengan mantapnya. Mungkin...