Mata Sisi: Akhirnya pake kacamata

Ortopad memang mahal. Kalau nggak dicover kantor mana bisa saya menghabiskan delapan ribu sekali tempel (sehari satu, dipakai 3 – 4 jam). Kami sempat “bolong” beberapa bulan ga beli ortopad buat Sisi. Akibatnya benar-benar langsung terlihat. Mata kirinya semakin sering “lari”. Ga tahan, akhirnya setelah finansial kami mulai stabil kembali, langsung “bersilaturahmi” dengan dr. Gusti di JEC.
Beliau bilang, perbaikan antara pertemuan pertama dan kedua sangat drastis. Di pertemuan ketiga sangat sedikit. Di pertemuan kali ini malah nggak ada perubahan compared with third. Tambah lagi Sisi mengeluh kalau mata kanannya “berkabut”, jadi dia lebih sering memincingkan mata untuk membaca di papan tulis. Sedih… Cuman karena tidak disiplin pakai ortopad. Setelah tes, dr. Gusti bilang mata Sisi minus, plus yang kanan silinder. Vonis pake kacamata turun.
Ga akan berlama-lama lagi. Besoknya cari-cari optik yang bagus dan dekat dengan rumah (biar ceknya gampang). 4 hari jadi dan…

Semoga masih bisa hilang minusnya. Cuman yang silinder kata orang-orang yang berkacamata silinder ga bisa ilang ya? 🙁
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4

5 thoughts on “Mata Sisi: Akhirnya pake kacamata

  • September 7, 2011 at 4:54 pm
    Permalink

    pak, anak sy jg matanya juling ke tengah tp maren sy bw ke dokter lumongga katanya normal tp kl difoto keliatan juling.anak sy umur 3th akhir sept ini. mo nanya akhirnya mata sisi yg lari ke samping bs balik normal ga?

    Reply
  • September 7, 2011 at 9:10 pm
    Permalink

    Bu Yuli,
    Mata Sisi cuma intermittent juling keluar. Jadi pada kondisi biasa matanya sangat normal. Hanya pada saat dia melamun atau sedang melihat jauh saja mata kiri “lari” keluar. Dengan terapi tutup mata diharapkan otot mata kiri akan menguat. Menurut pemeriksaan “miringnya” sih sudah berkurang, tapi belum dibilang sembuh total.
    Well, salah satu yang menyarankan saya datang ke dr. Gusti ya dr Lumongga kok… 😀 Nggak ada salahnya konsultasi ke beliau. Cuman antrinya ampun-ampunan… dokter favorit.

    Reply
  • February 1, 2013 at 10:10 pm
    Permalink

    hay mas adhi.nama saya dwi.
    berawal dari googling orthopad saya nemu blog mas.
    anak saya, mada, 7 bln punya masalah yg sama dengan sisi,sama juga mata kiri yg lari. dan hanya terjadi kalo dia bengong atau melihat jauh.
    waktu itu saya konsultasi pada 3 dokter, nah oleh dokter yang terakhir saya disarankan untuk memberikan terapi tutup mata kepada mada.(dokter rita sita sitorus)
    masalahnya sulit sekali untuk mendapatkan orthopad.klo pake kasa dan plester byasa, mada ngamuk.
    boleh tau saya bs mendapatkan orthopad dmn? lokasi saya di jakarta.
    saya baru tau kalau ternyata terapi tersebut banyak membantu yah. terimakasih untuk share cerita mengenai sisi 🙂

    Reply
  • February 4, 2013 at 1:41 pm
    Permalink

    Mas Dwi,
    Saya biasa beli ortopad di Jakarta Eye Center. Teman saya yang kerja di Klinik Mata Nusantara bilang juga sedia kok. Untuk alamat bisa googling saja ada beberapa di Jakarta jadi Mas Dwi bisa mencari yang terdekat.
    Semoga membantu.

    Reply
  • May 27, 2014 at 6:32 am
    Permalink

    Tidak perlu ke dokter mata klo strabismus,
    anda cukup ke optik,
    – pakai kaca mata dengan pengukuran Pupil Distance (PD) yang benar
    (PD = jarak ke 2 titik tengah mata), pengukuran harus pakai komputer
    dan ukuran kaca mata yang benar
    dan yang bisa mengukur ukuran kaca mata yang benar.
    dan alat test kir dengan sesuai dengan (PD) nya,
    – masalah ke satu, banyak optic tidak mengetes dengan alat test kir dengan PD yang sesuai dengan mata pasien
    ( dokter sekalipun, melakukan hal sama. agar datang lg 180,000)
    sebab jika salah, sakit di mata, juling semakin parah, glukoma bisa buta
    – masalah ke dua, banyak optik tidak memotong kaca sesuai dengan PD
    yang diminta, agar bikin kaca mata lg,
    Dokter hanya ikuti prosedur buku, aksi sedikit, duit keluar
    tidak tahu masalah sebenarnya.
    bila ditanya cuma diam aja
    jika Operasi bedah salah tidak bisa kembali, karena otot nya dipotong.
    Sy adalah korban salah Operasi dan sudah ke dokter singapura
    sama isinya prosedur ( Akting aja )
    Ditanya diam saja.
    Maka Saya berusaha mempelajari mata kenapa juling, cara kerja mata
    Sy sudah menyelamatkan orang tanpa Operasi, adalah tetangga saya
    Hanya dengan kaca mata sj,

    Reply

Leave a Reply to Adhiwardhana Widjajanto Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.